Perkembangan Fisik, Kognitif, Bahasa dan Sosial Emosional anak usia 24 bulan

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Perkembangan Anak 24 Bulan


1) Perkembangan Fisik (Motorik kasar an halus)

  • Gerakannya semakin terkoordinasi dan menikmati permainan secara lebih aktif.
  • Sudah bisa berjalan lebih sempurna. Bisa berjalan dengan tumit dan berjinjit.
  • Bisa membawa sesuatu ditangan sambil berjalan.
  • Bisa melompat di permukaan datar dalam jarak dekat.
  • Kemampuan motoriknya semakin meningkat, misal bisa dilihat dari dia bermain membangun bangunan dengan menggunakan balok.
  • Sudah bisa menangkap bola besar.
  • Bisa membuat sendiri suatu bentuk di atas kertas secara sepontan ketimbang mencontoh garis dan bentukbyang dicontohkan.
  • Bisa membuka pintu sengan memegang gagang pintu, memegang gelas atau cangkir dengan satu tangan dan membuka tutup botol yang berulir.

2) Perkembangan Kognitif

  • Mulai memahami konsep jumlah, hubungan dengan tempat ( di bawah, di atas, dll).
  • Mengerti kegunaan benda.
  • Senang mengelompokkan benda berdasarkan warna atau sifat-sifat yang jelas lainnya, kemampuan ini akan membantu dalam memahami konsep dasar matematika.
  • Senang melakukan kegiatan merangkai, memasukan tali kedalam manik-manik besar.
  • Dapat menunjuk dirinya yang ada di dalam foto.
  • Seringkali mencoba melanggar aturan yang dibuat untuk melihat reaksi kita.

3) Perkembangan Bahasa

  • Bisa mengikuti perintah sederhana.
  • Sudah bisa menghubungkan konsep satu kata dengan beberapa kejadian secara keseluruhan (naik mobil, menuju ke toko, berbelanja dan pilang lagi ke rumah).
  • Perbendaharaan kata-katanya sudah bertambah menjadi kira-kira 50 kata.
  • Membuat kalimat dengan satu kata menjadi dua kata, tiga kata atau empat kata, walaupun perkataanya masih sulit dipahami.
  • Bisa membuat kalimat permintaan sederhana dan menjawab pertanyaan yang sederhana.

4) Perkembangan Sosial Emosional

  • Suka meniru orang dewasa.
  • Mulai mengenal emosi orang lain.Mulai menunjukkan kerjasama ketika bermain dengan anak lain meskipun pertikaian atau rebutan kerap terjadi.
  • Senang membantu pekerjaan rutin, seperti mengambil kaos kaki dan memasukkanya ke dalam keranjang cucian.
  • Bisa menjadi sangat marah jika terjadi perubahan besar dalam kegiatan rutinitasnya.

Perkembangan fisik, kognitif, bahasa dan sosial emosional anak usia 21 bulan

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Perkembangan Anak 21 Bulan


1) Perkembangan Fisik (motorik kasar dan halus)

  • Bisa bermain sambil jongkok.
  • Menuruni tangga sambil memegang pegangan tangga.
  • Sudah bisa mengkoordinasikan kaki untuk menendang bola dan/atau melempar dan menangkap bola sambil berdiri.
  • Senang menaiki mainan kendaraan tapi belum bisa menggunakan sepeda roda tiga.
  • Keseimbangan badan meningkat semakin baik, walaupun masih suka terpelanting.
  • Memasukkan benda kecil kedalam botol atau lubang.
  • Ada sebagian anak sudah bisa mengancingkan baju dan reseleting, menyisir rambut dsb.

2) Perkembangan kognitif

  • Bisa membedakan bentuk bulat, segi empat, segi tiga dan sudah bisa menunjuk bentuk-bentuk tersebut di buku.
  • Mulai senang fingerpainting.
  • Belajar melakukan berbagai perlakuan pada obyek seperti membuka kaleng untuk melihat isinya.
  • Mulai senang menari jika mendengarkan lagu, dan bermain musik sederhana seperti tamborin.
  • Senang mengamati.
  • Sangat aktif melakukan coba-coba.
  • Sering menanyakan sesuatu yang sama berkali-kali atau sering melakukan pertanyaan berulang.

3) Perkembangan Bahasa

  • Bisa membuat kalimat dengan dua kata dan senang mencoba kalimat baru walaupun salah dalam penggunaannya.
  • Menunjuk dirinya sendiri kertika mengatakan "aku".
  • Sudah bisa menggunakan bahasa untuk mengungkapkan keinginannya.

4) Perkembangan Sosial Emosional

  • Kemauan sendiri menjadi semakin berkembang.
  • Uring-uringan jika marah, takut, dan frustasi. 
  • Sedikit pemarah dibandingkan 6 bulan yang lalu.
  • Bisa menunjukan dua atau lebih emosi pada saat yang sama misal takut dan marah.
  • Menemukan cara untuk mengamankan dan menyamankan diri sendiri.
  • Menunjukkan peningkatan ketertarikan dalam bermain dengan anak lain seusianya.
  • Mualai senang bermain berdandan, terutama menggunakan benda-benda milik ibunya.

Perkembangan fisik, kognitif, bahasa dan sosial emosional anak usia 18 bulan.

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Perkembangan Anak 18 Bulan


1) Perkembangan fisik (motorik kasar dan halus) 

  • Pandai mengendalikan mekanisme dalam berjalan, berlari dan memanjat.
  • Sudah mulai bisa mengendalikan keseimbangan.
  • Sudah bisa melakukan lebih dari satu kegiatan pada waktu yang sama, misal memencet pistol-pistolan sambil berjalan.
  • Secara bertahap perkembangan motoriknya semakin membaik dan cepat membentuk. Sudah mahir menggunakan sendok saat makan tapi masih sering menggunakan jari-jarinya kembali karena itu dirasakannya lebih mudah.
  • Senang. Bermain dengan benda-benda model seperti malam, tanah liat atau pasir.
  • Lebih bisa berkoordinasi dalam bermain. Dia sudah bisa menuangkan air dari wadah ke wadah lainnya tanpa banyak yang tumpah.

2) Perkembangan kognitif

  • Perasaan terhadap dirinya tumbuh sangat kuat dan sudah mengenal dirinya di depan cermin.
  • Jangkauan pehatiannya bertambah dan daya ingat semakin baik.
  • Bisa membedakan antara bentuk bulat dan segi empat.
  • Mengenali sejumlah warna dan namanya.

3) Perkembangan bahasa

  • Kemampuan bahasanya semakin baik dan meluas.
  • Memahami beberapa perintah sederhana, misal "letakkan mangkuknya di atas meja".
  • Menggunakan namanya sendiri untuk menunjuk dirinya sendiri.
  • Mencoba menyanyikan lagu dengan kata-kata.
  • Meniru suara yang dia dengar di sekitarnya.

4) Perkembangan sosial emosional

  • Perasaan terhadap dirinya berkembang sangat kuat. Menerima pujian seperti busa menyerap air.
  • Memasuki dunia sosial seperti kupu-kupu yang terbang kesana kemari, mudah akrab dengan orang lain.
  • Menggunakan bahasa tubuh jika dia tidak suka apapun yang dilakukan orang lain kepada dirinya.
  • Mudah menerima pertolongan jika mengalami kesuliatan ketika sedang mempelajari sesuatu.
  • Mulai belajar bagaimana bersosialisasi dengan anak-anak seumuran.
  • Tiba-tiba dia menunjukkan rasa sayangnya pada selimutnya, bonekanya, atau pada objek yang membuat dia merasa nyaman.
  • Pada usia ini sering menunjukkan perilaku selalu resah, keras kepala, dan cenderung pemarah. Dia cenderung menentang hal yang tidak disetujuinya.
  • Sering ikut nimbrung jika kita sedang berbicara dengan orang lain.

Perkembangan Anak 15 Bulan


1) Perkembangan fisik(motorik kasar dan halus)

  • Berjalan dengan cara melebarkan kaki, namun kemampuannya dalam berjalan semakin baik.
  • Sering terjatuh, namun berusaha bangkit sendiri.
  • Mulai suka memanjat, namun merasa sulit untuk turun.
  • Mulai bisa berdiri dengan satu kaki untuk beberapa saat atau detik.
  • Senang dengan cipratan-cipratan air.
  • Senang dengan mainan yang ditarik.
  • Mulai bisa memilih untuk lebih senang menggunakan salah satu tangannya untuk makan, memegang alat tulis atau kegiatan lainnya yang dilakukan sendiri.
  • Mulai merasa risih dan kesal jika tangannya kotor ketika berkegiatan, walaupun hanya sesaat kekesalannya.

2) Perkembangan kognitif

  • Bisa belajar bagaimana menggunakan jenis kemampuan berbeda pada saat yang sama, misalnya konsentrasi, memori, koordinasi tangan dan mata, dan mengatasi pekerjaan kompleks seperti menyelesaikan puzzle atau bagaimana mengambil mainan yang jatuh.
  • Perhatiannya bertambah luas membuat dia bisa melakukan lebih banyak kegiatan.
  • Belajar mengelompokkan benda. Misal jika ditunjukan mobil-mobilan dari plastik dan yang dari kayu dia memahami perbedaan itu walaupun belum tahu tentang kata mobil itu sendiri.
  • Mulai bisa menandai dimana dia meninggalkan mainan kesukaannya, sehingga dia bisa menemukannya kembali.

3) Perkembangan bahasa

  • Kemampuan memahami yang dia dengar semakin membaik dan berkembang secara bertahap.
  • Dalam berkomunikasi, dia lebih mengandalkan bahasa isyarat dan kata-kata. Hampir semua kata-kata yang dapat dia katakan pada saat ini adalah kata benda yang dia gunakan untuk mengenali orang dan benda.

4) Perkembangan sosial emosional.

  • Bisa tertawa sampai satu menit, selanjutnya menangis. Suasana hatinya yang turun naik. 
  • Sering menempel rekat-rekat kepada orangtuanya sehingga dia ingin agar orangtuanya selalu terlihat di dekatnya setiap saat.
  • Mulai menunjukkan kemandiriannya yang bisa menyebabkan munculnya watak kemarahannya jika dia tidak mendapatkan cara dia sendiri.
  • Jika dia menemukan sesuatu yang menarik, dia segera ingin menunjukannya pada kita. Pada usia ini dia menghendaki segala sesuatu dengan segera, penuh perhatian dan pribadi.
  • Sudah mulai suka meniru kegiatan yang kita lakukan.
  • Masih memiliki ego yang tinggi, walaupun kadang-kadang mau berbagi dengan yang lain.

Penanda Perkembangan Fisik, Kognitif dan bahasa anak usia 12 bulan

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments


1) Perkembangan fisik (motorik kasar dan halus)
  • Bisa berjalan atau baru bisa melangkah untuk yang pertama. Dalam masa ini anak mulai belajar keseimbangan.
  • Bisa bermain menyusun balok dan menyatukan puzlle sederhana. 
  • Pada saat ini pula anak sudah pandai menempatkan objek yang sama bentuknya. (Misal memasukan benda ke dalam lubang yang berbentuk sama).
  • Mencoret-coret dengan krayon atau pensil.
  • Kemampuan makan sendiri sudah mulai berkembang.
  • Lebih suka membuka-buka halaman buku.
  • Sudah mulai mencoba menggunakan satu tangan meskipun masih sering menggunakan dua tangan dalam melakukan sesuatu.
  • Sudah bisa memungut benda-benda kecil dengan menggunakan telunjuk dan ibu jarinya.


2) Perkembangan kognitif

  • Sudah mulai bisa mengelompokkan benda berdasarkan bentuk atau warna walaupun masih menggunakan metode dasar.
  • Mulai senang dengan permainan bongkar pasang.
  • Sudah mulai bisa permainan memasukkan gelang pada tiang.

3) Perkembangan bahasa

  • Bisa memahami paling sedikit tiga kata dan maksimal 100 kata, tapi tidak mungkin bisa mengatakan banyak kata-kata selain "mama", "dadada" dan kata-kata ekspresif anak.
  • Dapat mengikuti satu perintah sederhana, misal : "ambil itu".
  • Memahami kata "jangan" atau "tidak" , tetapi sering kali tidak dihiraukannya.

8 sikap yang membahayakan perkembangan anak

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Perkembangan Anak

(1) Posesif 
Yaitu melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab anak serta selalu cepat memenuhi semua keinginan anak .

(2) Memanjakan 
Yaitu memperlakukan anak berlebihan serta selalu menuruti permintaan anak tanpa ada pendidikan kemandirian di dalamnya.

(3) Keras 
Yaitu Sanksi yang diberikan kepada anak tidak sesuai dengan kadar kesalahan yang dilakukan anak. Bahkan cenderung berlebihan sanksi yang diberikan secara fisik maupun fsikis.

(4) Mendominasi 

Yaitu intervensi yang berlebihan terhadap urusan anak sehingga anak menjadi lemah terhadap masalah yang dihadapinya.

(5) Mengucilkan / meremehkan 

Yaitu tidak ada penghargaan atau motivasi atas prestasi anak.

(6) Diskriminatif 

Yaitu membedakan dan membandingkan anak dengan anak lain.

(7) Bimbang/keraguan 

Yaitu Kebimbangan dan keraguan terhadap keputusan yang membingungkan anak.

(8) Celaan 

Yaitu Gempuran kalimat negatif terhadap anak dari lingkungan sekitarnya.

Karakteristik Perkembangan Anak menurut Isjoni

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Perkembangan Anak
Secara umum anak usia dini dapat dikelompokkan dalam usia (0-1 tahun), (2-3 tahun), dan (4-6 tahun) (Isjoni, 2011) dengan karakteristik perkembangan anak sebagai berikut :

(1) Perkembangan Anak Usia 0-1 tahun

Merupakan masa bayi namun perkembangan fisik mengalami kecepatan yang sangat luar biasa. Karakteristik usia ini yaitu :
a) Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.

b) Mempelajari keterampilan menggunakan pancaindra.

c) Mempelajari komunikasi sosial. Bayi baru lahir siap melaksanakan kontak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi.

(2) Perkembangan Anak Usia 2-3 tahun


Terdapat beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnnya (0-1 th) yang secara fisik masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Karakteristik usia ini yaitu :

a) Sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada sekitarnya. Anak memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi tersebut merupakan proses belajar yang efektif bagi mereka.

b) Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Bermula dari berceloteh kemudian mampu mengucapkan satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikirannya.

c) Mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Emosi bukan ditentukan oleh bawaan, namun lebih banyak pada lingkungan.

(3) Perkembangan Anak Usia 4-6 tahun

Karakteristik anak pada usia ini yaitu :

a) Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk pengembangan otot-otot kecil maupun besar seperti memanjat, melompat, dan berlari.

b) Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu seperti meniru dan menhulang pembicaraan.

c) Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditujukan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini terkait dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.

d) Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial, walaupun aktivitas bermain dilakukan anak secara bersama-sama.

AKU MANDIRI

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments




Anak Mampu Menjajaga Diri Sendiri



Anak Mandiri

Profile Anak Indonesia Harapan

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments


anak harapan
Pembangunan PAUD adalah upaya dasar dan komitmen untuk mewujudkan anak Indonesia sesuai harapan (AIH).

Anak Indonesia harapan memiliki sepuluh ciri utama (dasa citra anak Indonesia), yaitu :
1) Beriman
2) Bertaqwa
3) Berakhlak mulia
4) Sehat
5) Cerdas
6) Jujur
7) Bertanggungjawab
8) Kreatif
9) Percaya diri
10) Cinta tanah air

Keseluruhan upaya pembangunan PAUD ditujukan untuk mewujudkan sepuluh ciri tersebut pada setiap anak Indonesia. Meletakkan dasa citra merupakan dasar untuk mengantarkan anak siap mengikuti pendidikan lebih lanjut dan siap memasuki lingkungan lehih luas. Lebih jauh menjadi fundamen terpenuhinya SDM Indonesia berkualitas dan komponen investasi pembangunan bangsa.

Sumber : Kerangka Besar Pembangunan PAUD Indonesia Periode 2011-2025

Berbagai bentuk kurikulum PAUD

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Kurikulum
Ada berbagai bentuk organisasi kurikulum yang dikembangkan oleh para ahli dalam pendidikan yaitu  :

1. Kurikulum terpisah-pisah

Artinya mata pelajaran mempunyai kurikulum tersendiri dan satu dengan lainnya tidak ada keterkaitan.

2. Kurikulum saling berkaitan

Antara masing-masing mata pelajaran ada keterkaitan, antara dua mata pelajaran masih ada kaitannya. Dengan demikian anak mendapat kesempatan untuk melihat keterkaitan antar mata pelajaran. Sehingga anak masih dapat belajar mengintegrasikan walaupun hanya antara dua mata pelajaran saja.

 3. Kurikulum terintegrasikan

Falam kurikulum ini anak mendapat pengalaman luas, karena antara satu mata pelajaran dengab mata pelajaran lainnya saling ada keterkaitan. Dengan demikian seluruh mata pelajaran merupakan sayu kesatuan yang utuh.

Martin Luther

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Marthin Luther hidup pada tahun 1483-1546. Marthin Luther yang pertama kali menunjukkan perlunya sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah digunakan sebagai sarana untuk mengajar anak membaca. 

Marthin Luther berkeyakinan bahwa keluarga sebagai institusi yang paling penting untuk membuat dasar pendidikan dan perkembangan bagi anak.

Dua pandangan ini menunjukkan bahwa dia menempatkan pendidikan sebagai suatu yang penting dalam hidup anak. Tanpa pendidikan anak tidak akan mendapatkan bekal bagi hidupnya kelak.

Agar anak memperoleh bekal yang maksimal, maka sekolah dengan keluarga perlu bermitra, dan perlu dijadikan sarana religius serta penegak moral.

Jatim Terapakan PAUD Holistik

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Ketua Umum Tim Penggerak PKK Prov. Jatim Nina Soekarwo mengatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.
 
Perluasan akses dan mutu layanannya merupakan strategi dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan anak usia dini.

Untuk itu, kerjasama semua komponen masyarakat dan pemangku kepentingan perlu dibangun dan dikembangkan.

 “Jatim merupakan provinsi terdepan dalam mengembangkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif. Kami telah mengeluarkan Pergub No. 63 tentang PAUD Holistik Integratif umum terpadu di Tahun 2011 Jatim, sementara Peraturan Presiden (Perpres) baru diterbitkan No. 60 tahun 2013,” ujarnya ditemui seusai menghadiri Lokakarya Bunda Paud Se- Indonesia di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, Rabu (4/6).

Bude Karwo sapaan akrabnya menjelaskan, PAUD Holistik Jatim dalam tugasnya tidak hanya memberikan pembelajaran dan pendidikan saja namun mereka diajarkan cara pola pengasuhan anak yang benar, cara peningkatan pengembangan gizi balita hingga peningkatan kualitas pendidikan orang tua (Smart Parenting).

Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, PAUD dikenal khusus untuk anak usia dini. Sedangkan, PAUD Holistik di Jatim lebih dikenal dengan sebutan Taman Posyandu. Taman Posyandu ini merupakan bagian dari PAUD yang telah terintegrasi dengan lembaga-lembaga pendidikan bagi anak usia dini.

 “Jatim akan terus concern meningkatkan pendidikan khususnya untuk anak usia dini. Kita melihat bahwa APK di Jatim untuk usia 3-6 tahun mencapai 84,46 persen jauh diatas nasional yang hanya mencapai sebesar 63 persen. Semoga ke depan bisa lebih ditingkatkan lagi,” imbuhnya.

Ke depan, Bude Karwo mengharapkan agar program PAUD lebih berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan.  Salah satu caranya yakni dengan cara melatih semua kader Posyandu yang selama ini tidak hanya sekadar bertugas sebagai kader Posyandu, tetapi sebagai Bunda PAUD yang mengerti dan memahami kebutuhan anak usia dini. Sehingga mereka perlu diberikan pelatihan, pendampingan, hingga orientasi teknis mutu layanan taman posyandu melalui program PAUD Holistik.


by. seruu.com

Tepuk Mandi

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Tepuk PAUD


Tepuk Mandi ....... prok-prok-prok

Ambil gayung ....... prok-prok-prok

Isi Air .................. Prok-prok-prok

Jebur - jebur ....... iiiiiiih dingin


Buku Islamic Character Building

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments

Buku Islamic Character Building
Detail
Judul :Islamic Character Building
Penulis :Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag
Penerbit     :Salamdani
Isi/Berat:1 Kg
ISBN:978-602-7817-418
Ukuran :15 cm x 3 cm 23 cm



Sinopsis

Sebagai seorang Muslim, persiapan apa yang harus kita lakukan untuk menjadi pribadi yang prima tersebut? Sesungguhnya untuk melaksanakan tugasnya, manusia telah dibekali pedoman hidup (Al-Quran dan hadis). Islam mengajarkan kita untuk menjadi hamba yang saieh dan manusia yang cerdas dalam memanfaatkan berbagai karunia dari Allah Swt.. Perkembangan kemajuan teknologi informasi di dunia semakin pesat dan persaingannya semakin ketat. Untuk menghadapi tantangan zaman tersebut, kita harus menjadi pribadi yang berkualitas prima dalam aspek spiritual dan jasmani. 

Buku ini mengurai banyak hal yang mampu menjadikan seorang Muslim berkarakter Qurani (QuranicCharacter), seperti:
  • Islam sebagai way of life yang diwajibkan Allah kepada manusia.
  • Hakikat manusia; siapa manusia itu, tujuan hidup manusia, dan tugas manusia dalam kehidupan.
  • Aturan hukum yang harus dipahami manusia dalam bertugas sebagai khalifah fit ardh.
  • Etika manusia kepada Sang Pencipta, sesama manusia, dan makhluk lainnya.
  • Panduan membangun peradaban dengan ilmu agama dan ilmu sains.
Membaca buku ISLAMIC CHARACTER BUILDING sampai tuntas akan meng-obati dahaga Anda akan informasi mengenai pribadi Muslim yang prima. Pribadi Insan Kamil yang mampu. menjadi hamba yang saleh, manusia yang berbudi pekerti luhur, dan manusia yang memanfaatkan teknologi demi ke-baikanbersama.

Untuk pemesanan klik >> PESAN

Format formulir pendaftaran calon peserta didik baru PAUD

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments


Format Formulir pendaftaran


Berikut ini adalah contoh format formulir pendaftaran untuk calon peserta didik baru PAUD.

KOP SURAT

Tahun Ajaran  : .......................................
FORMULIR PENDAFTARAN
KETERANGAN CALON PESERTA DIDIK
1.       Nama Peserta Didik           
a.       Lengkap                                        : .........................................................................................................
b.       Panggilan                                      : .........................................................................................................
2.       Jenis Kelamin                                                       : Laki-laki / Perempuan *)
3.       Kelahiran             
a.       Tempat                                          : .........................................................................................................
b.       Tanggal                                         : .........................................................................................................
4.       Agama                                                                   : .........................................................................................................
5.       Kewarganegaraan                                               : WNI / WNA / Keturunan *)
6.