Contoh Raport PAUD ceklis

On 0 comments

Raport PAUD

Raport atau laporan hasil evaluasi belajar peserta didik merupakan salah satu bagian yang penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Didalamnya memuat semua hasil pembelajaran peserta didik selama menempuh pendidikan selama waktu yang telah ditentukan.

Untuk lembaga baru atau yang sedang mencari format rapot untuk kebutuhan lembaganya saya berikan salah satu contoh bentuk raport.

Berikut ini adalah salah satu bentuk atau format raport yang bisa digunakan di PAUD. Format raport ini cara pengisiannya adalah dengan cara diceklis pada indikator yang sesuai dengan kebutuhan.

Untuk indikatornya sendiri bisa disesuaikan dengan pembelajaran yang telah diberikan kepada peserta didik. Untuk mencari indikatornya silahkan dibuka-buka website ini.

Format raport ini tidak baku dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan lembaga.

Semoga bermanfaat... :)

DOWNLOAD di sini

Hobi MARAH ?

On 0 comments

"Marah = Bunuh Diri"
Perlu Anda ketahui bahwa ketika seseorang marah, stress, kecewa, ketakutan maka otak akan mengeluarkan hormon noradrenalin. Dr.Shigeo Haruyama menyatakan bahwa hormon ini menempati urutan kedua dalam racun alami setelah bisa ular.
Jika Anda sering marah, tak sabaran, cemas, stress, khawatir, 3D (dendam, dengki, dongkol), dst maka sejumlah hormon tersebut dihasilkan untuk merusak tubuh Anda. Alhasil Anda kelihatan lebih tua dan sering sakit-sakitan.
Riset di Eropa juga menjelaskan bahwa sebagian besar pasien penderita diabetes, stroke, serangan jantung, dan penyakit berbahaya lainnya sering dialami oleh orang yang suka marah, dendam, stress, dst.
Jadi, tak heran jika ada ungkapan bahwa "Jadikan maaf dan sabar sebagai penolongmu". Ungkapan tersebut adalah ketika orang yang gemar memaafkan, sabar, sering rileks, berpikir positif malah akan menghasilkan hormon kebahagiaan atau hormon cinta yang disebut endorfin = endo (dalam); morfin. Hormon ini memiliki kekuatan neurotransmiter dalam saraf yang melebihi morfin narkoba yang berdampak pada kesehatan kita.
Jadi mulai sekarang tentukan kualitas hidup Anda! Mau jadi pemarah, pendengki, pendendam, ATAU penyabar, pemaaf, penuh kasih sayang???
Tambahan sedikit: Orang yang sering gosip pun akan menghasilkan hormon beracun tersebut. So, stop gosip !!

Tips Untuk Ayah

On 0 comments


Seorang anak laki-laki dalam berprilaku biasanya melihat dari seseorang yang dekat dengannya, dialah sang ayah salah satunya. Dia merupakan sosok teladan dan favorit bagi si anak.
Sedangkan bagi anak yang kehilangan sosok ayah dalam hidupnya, akan menjadikan ibunya, kakek, paman atau kerabat dekat laki-laki lainnya sebagai rujukan.
Semua akan dicontohnya, mualai dari cara bagaimana ayah berjalan, ayah berbicara, ayah makan, sampai bagaimana sang ayah berpakaian.
Berikut ini ada tiga hal cukup sederhana yang bisa dicontohkan oleh sang ayah kepada anak laki-lakinya.
1. Menunjukan bagaimana cara seorang laki-laki yang seharusnya dalam bergaul, misalnya bagaimana cara menatap yang baik, cara berbicara yang seharusnya kepada orang lain, bersikap tegas dalam mengambil keputusan, menjunjung tinggi kejujuran, bersalaman dengan tegas dan mantap, dan lain sebagainya yang menunjukkan sikap seorang laki-laki seharusnya.
2. Kerjakan bersama anak ha-hal yang bersifat maskulin, seperti mencuci motor atau mobil, memancing di kolam ikan, berolahraga yang menonjolkan sifat kelaki-lakian (sepak bola, basket).
Ini mungkin dianggap sepele, tapi dengan begitu menunjukan kepada si anak bahwa kegiatan ini wajar dia lakukan bersama laki-laki, bukan bermain boneka, masak-masakan bersama anak perempuan.
Bukan berarti si anak dilarang bermain dengan lawan jenisnya, namun hal ini diberikan untuk memberi pemahaman bahwa seharusnya seorang laki-laki bergaul dan berkegiatan seperti apa.
3. Yang terakhir ajaklah si anak beribadah bersama. Ini hal yang terpenting. Ajaklah si anak sholat Jum’at di masid, ajarkan kepadanya bagaimana cara bersuci (thoharoh), batasan aurat laki-laki dan tentang siapa muhrim dan bukan muhrim baginya.
Semoga bermanfaat.

Memahami dunia anak

On 0 comments

Dunia anak

Pernahkah kita melihat seorang anak yang sedang asik berbicara sendiri sambil bermain dengan menggunakan boneka atau robot-robotan?

Tentu saja pernah bukan? Kenapa mereka dapat melakukan hal tersebut?

Mereka berbicara sendiri seperti melakukan dialog atau sedang berperan menjadi sesuatu. Mereka berimajinasi dengan dunia mereka sendiri.

Dunia anak berbeda 180 derajat dengan dunia orang dewasa, dengan berimajinasi mereka menciptakan dunia mereka sendiri tanpa ada batasan ataupun aturan yang mengekang kebebasannya.

Selain imajinasi, merekapun mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi ini pun anak dapat menciptakan dunianya sendiri.

Dunia yang dimaksudkan adalah dunia yang mengijinkan mereka untuk mengeksplorasi atau mengetahui lebih dalam dirinya sendiri dan lingkungan dengan cara belajar dan bermain.

Jadi mereka berbicara sendiri dengan boneka atau robot-robotan adalah dalam rangka belajar. Maka dari itu kita jangan mencegahnya namun seharusnya memfasilitasi mereka dalam bermain.

Kita arahkan mereka pada hal-hal positif yang dapat membantu perkembangan fisik dan mentalnya.

Anak mempunyai kepribadian yang unik yang seringkali tingkahnya menggelikan dan menggemaskan. Tingkah laku mereka yang kreatif dan unik inilah yang harus kita arahkan ke hal-hal yang positif.

Untuk memahami dunia anak berarti kita harus memposisikan diri kita sebagai anak walaupun diri kita sebagai orang dewasa. Kita berimajinasi layaknya seorang anak sedang berimajinasi, tapi pasti imajinasi kita akan berbeda dengan mereka, karena kita sekarang mempunyai batasan-batasan dan aturan yang mengekang dalam berimajinasi.

Contohnya dalam menggambar.

Seorang anak akan menggambar tanpa beban dan mengabaikan aturan-aturan yang ada dalam dunia menggambar. Dengan mengabaikan kemampuan motorik anak yang belum berkembang dengan sempurna, mereka menggambar dengan perasaan mereka bahwa gambar itu benar.

Setiap coretan yang anak torehkan dalam kertas mempunyai arti tersendiri bagi mereka.

Berikut ini beberapa cara untuk memahami dunia anak :

1. Bermain dunia mereka.

Seperti sudah dibahas sebelumnya, bahwa dunia anak sangatlah berbeda dengan dunia orang dewasa yang sudah tidak murni serta sudah banyak "terkontaminasi" oleh peliknya kehidupan.

Tiap detik adalah bermain. Ikutlah bermain dengan mereka. Posisikan diri kita berada di dunia mereka.

Ekspresi wajah, gestur tubuh dan bahasa kita sesuaikan dengan masa mereka. Jika menirukan binatang berjalan, tirulah sepercis mungkin, karena ingat mereka mempunyai imajinasi yang tidak terbatas.

Tapi jangan sampai mereka berimajinasi dengan salah, kita perbaiki jika imajinasi mereka keliru.


2. Mereka seperti benih tanaman

Tidak berlebihan jika seorang anak kita istilahkan seperti bibit tanaman.

Tidak tahu apakah benih yang ditanam ini akan menjadi sebuah tanaman yang berkuaitas atau sebaliknya.

Anak masih rapuh, mudah "diserang" oleh benda asing disekitarnya



>>BERSAMBUNG<<


ciri-ciri keterlambatan perkembangan anak

Berikut ini ciri-ciri keterlambatan perkembangan pada anak :

1) Keterlambatan perkembangan anak usia 13 bulan


  • Belum punya kemampuan menggenggam atau memindahkan barang dari satu tangan ke tangan satunya.
  • Masih belum bisa duduk.
  • Belum dapat mengangkat badannya untuk berdiri.
  • Belum dapat merangkak atau berjalan merayap.
  • Tidak dapat membedakan orang-orang yang dikenalnya dengan baik dan orang lain.
  • Tidak memberikan perhatian apa pun pada isyarat tangan.
  • Tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana.
  • Benar-benar tidak tertarik pada permainan bersama.
  • Masih membuat suara-suara menggunakan kata-kata vokal dan konsonan.
  • Tidak menirukan suara-suara.
  • Tidak berkedip saat ada benda bergerak cepat ke arah matanya.


2) Keterlambatan perkembangan anak usia 18 bulan 


  • Masih belum menunjukkan minatnya pada orang atau mainan dan terlihat tidak memahami fungsi dari barang-barang rumah tangga yang umum (sebagai contoh, telepon, sikat gigi, sendok makan). 
  • Belum dapat berdiri tanpa bantun. 
  • Belum dapat berjalan. 
  • Belum dapat mengenali pola-pola dasar rutinitas harian dalam keluarga. 
  • Belum terlihat mengerti kata-kata anda. 
  • Berkata-kata kurang dari 15 kata. 
  • Tidak berusaha meniru perilaku dan kata-kata anda. 
  • Tidak memperlihatkan keinginan menempel pada anda. 
  • Tidak menunjukkan berbagai emosi, termasuk marah, senang dan takut. 


3) Keterlambatan perkembangan anak usia 24 bulan 


  • Tidak mengenal dirinya di depan cermin. 
  • Tidak memperlihatkan minat apapun pada gambar-gambar atau benda-benda umum. 
  • Belum mengembangakan suatu pola berjalan yang wajar (sebagai contoh, dia berjingkat bukannya berjalan). Tidak dapat makan sendiri. 
  • Tidak dapat melepas sendiri pakaian, sepatu atau kaos kakinya. 
  • Tidak dapat memakai kalimat dua kata. 
  • Tidak mengerti cara mengelompokkan atau memisahkan benda-benda. 
  • Tidak tertarik dalam suatu permainan meniru. 
  • Tidak menunjukkan rasa bangga prestasinya. 


4) Keterlambatan perkembangan anak usia 36 bulan 


  • Sering ngiler atau kata-katanya tidak jelas. 
  • Tidak dapat berbicara dengan baik yang dapat dimengerti orang lain. 
  • Belum dapat menggunakan kalimat dengan tiga-empat kata. 
  • Belum dapat mengajukan pertanyaan. 
  • Belum dapat memahami dan mengikuti perintah dan petunjuk sederhana. 
  • Belum dapat mengucapkan namanya. 
  • Tidak terlihat menikmati bermain di dekat anak lain. 
  • Tidak tertarik dengan permainan "pura-pura". 
  • Tidak dapat fokus pada kegiatan yang disukainya bahkan untuk 5-10 menit. 
  • Tidak dapat membuat bangun balok lebih dari empat buah. 
  • Sulit untuk memegang benda-benda kecil. 
  • Tidak dapat menggambar bentuk lingkaran. 
  • Sering terjatuh atau sangat kesulitan menggunakan tangga. 
  • Tidak dapat melomoat-lompat tanpa terjatuh. 
  • Tidak dapat menjaga keseimbangan di atas satu kaki. 
  • Masih perlu bantuan untuk memakai pakaiannya. 
  • Sangat kesulitan untuk jauh dari anda. 

Jika anak didiagnosis mengalami keterlambatan perkembangan. 


  1. Hal tersebut bukan salah orang tua, sehingga tidak perlu merasa bersalah karenannya. 
  2. Jangan selalu membandingkan dengan anak lain yang seusianya, karena seyiap perkembangan anak berbeda-beda. 
  3. Stimulasi anak dengan permainan-permainan yang relevan dan bisa dimainkan anak. 
  4. Kemungkinan kognitif anak sudah siap menerima rangsangan atau menjalankan tugas tertentu, namun secara fisik belum siap. 
  5. Motivasi dan berikan pujian manakala anak meraih prestasi dalam perkembangannya. 
  6. Fokus pada perkembangan anak saat ini janlgan terlalu mengkhawatirkan masa depannya nanti.

Perkembangan Anak 24 Bulan


1) Perkembangan Fisik (Motorik kasar an halus)

  • Gerakannya semakin terkoordinasi dan menikmati permainan secara lebih aktif.
  • Sudah bisa berjalan lebih sempurna. Bisa berjalan dengan tumit dan berjinjit.
  • Bisa membawa sesuatu ditangan sambil berjalan.
  • Bisa melompat di permukaan datar dalam jarak dekat.
  • Kemampuan motoriknya semakin meningkat, misal bisa dilihat dari dia bermain membangun bangunan dengan menggunakan balok.
  • Sudah bisa menangkap bola besar.
  • Bisa membuat sendiri suatu bentuk di atas kertas secara sepontan ketimbang mencontoh garis dan bentukbyang dicontohkan.
  • Bisa membuka pintu sengan memegang gagang pintu, memegang gelas atau cangkir dengan satu tangan dan membuka tutup botol yang berulir.

2) Perkembangan Kognitif

  • Mulai memahami konsep jumlah, hubungan dengan tempat ( di bawah, di atas, dll).
  • Mengerti kegunaan benda.
  • Senang mengelompokkan benda berdasarkan warna atau sifat-sifat yang jelas lainnya, kemampuan ini akan membantu dalam memahami konsep dasar matematika.
  • Senang melakukan kegiatan merangkai, memasukan tali kedalam manik-manik besar.
  • Dapat menunjuk dirinya yang ada di dalam foto.
  • Seringkali mencoba melanggar aturan yang dibuat untuk melihat reaksi kita.

3) Perkembangan Bahasa

  • Bisa mengikuti perintah sederhana.
  • Sudah bisa menghubungkan konsep satu kata dengan beberapa kejadian secara keseluruhan (naik mobil, menuju ke toko, berbelanja dan pilang lagi ke rumah).
  • Perbendaharaan kata-katanya sudah bertambah menjadi kira-kira 50 kata.
  • Membuat kalimat dengan satu kata menjadi dua kata, tiga kata atau empat kata, walaupun perkataanya masih sulit dipahami.
  • Bisa membuat kalimat permintaan sederhana dan menjawab pertanyaan yang sederhana.

4) Perkembangan Sosial Emosional

  • Suka meniru orang dewasa.
  • Mulai mengenal emosi orang lain.Mulai menunjukkan kerjasama ketika bermain dengan anak lain meskipun pertikaian atau rebutan kerap terjadi.
  • Senang membantu pekerjaan rutin, seperti mengambil kaos kaki dan memasukkanya ke dalam keranjang cucian.
  • Bisa menjadi sangat marah jika terjadi perubahan besar dalam kegiatan rutinitasnya.

Perkembangan Anak 21 Bulan


1) Perkembangan Fisik (motorik kasar dan halus)

  • Bisa bermain sambil jongkok.
  • Menuruni tangga sambil memegang pegangan tangga.
  • Sudah bisa mengkoordinasikan kaki untuk menendang bola dan/atau melempar dan menangkap bola sambil berdiri.
  • Senang menaiki mainan kendaraan tapi belum bisa menggunakan sepeda roda tiga.
  • Keseimbangan badan meningkat semakin baik, walaupun masih suka terpelanting.
  • Memasukkan benda kecil kedalam botol atau lubang.
  • Ada sebagian anak sudah bisa mengancingkan baju dan reseleting, menyisir rambut dsb.

2) Perkembangan kognitif

  • Bisa membedakan bentuk bulat, segi empat, segi tiga dan sudah bisa menunjuk bentuk-bentuk tersebut di buku.
  • Mulai senang fingerpainting.
  • Belajar melakukan berbagai perlakuan pada obyek seperti membuka kaleng untuk melihat isinya.
  • Mulai senang menari jika mendengarkan lagu, dan bermain musik sederhana seperti tamborin.
  • Senang mengamati.
  • Sangat aktif melakukan coba-coba.
  • Sering menanyakan sesuatu yang sama berkali-kali atau sering melakukan pertanyaan berulang.

3) Perkembangan Bahasa

  • Bisa membuat kalimat dengan dua kata dan senang mencoba kalimat baru walaupun salah dalam penggunaannya.
  • Menunjuk dirinya sendiri kertika mengatakan "aku".
  • Sudah bisa menggunakan bahasa untuk mengungkapkan keinginannya.

4) Perkembangan Sosial Emosional

  • Kemauan sendiri menjadi semakin berkembang.
  • Uring-uringan jika marah, takut, dan frustasi. 
  • Sedikit pemarah dibandingkan 6 bulan yang lalu.
  • Bisa menunjukan dua atau lebih emosi pada saat yang sama misal takut dan marah.
  • Menemukan cara untuk mengamankan dan menyamankan diri sendiri.
  • Menunjukkan peningkatan ketertarikan dalam bermain dengan anak lain seusianya.
  • Mualai senang bermain berdandan, terutama menggunakan benda-benda milik ibunya.

Perkembangan Anak 18 Bulan


1) Perkembangan fisik (motorik kasar dan halus) 

  • Pandai mengendalikan mekanisme dalam berjalan, berlari dan memanjat.
  • Sudah mulai bisa mengendalikan keseimbangan.
  • Sudah bisa melakukan lebih dari satu kegiatan pada waktu yang sama, misal memencet pistol-pistolan sambil berjalan.
  • Secara bertahap perkembangan motoriknya semakin membaik dan cepat membentuk. Sudah mahir menggunakan sendok saat makan tapi masih sering menggunakan jari-jarinya kembali karena itu dirasakannya lebih mudah.
  • Senang. Bermain dengan benda-benda model seperti malam, tanah liat atau pasir.
  • Lebih bisa berkoordinasi dalam bermain. Dia sudah bisa menuangkan air dari wadah ke wadah lainnya tanpa banyak yang tumpah.

2) Perkembangan kognitif

  • Perasaan terhadap dirinya tumbuh sangat kuat dan sudah mengenal dirinya di depan cermin.
  • Jangkauan pehatiannya bertambah dan daya ingat semakin baik.
  • Bisa membedakan antara bentuk bulat dan segi empat.
  • Mengenali sejumlah warna dan namanya.

3) Perkembangan bahasa

  • Kemampuan bahasanya semakin baik dan meluas.
  • Memahami beberapa perintah sederhana, misal "letakkan mangkuknya di atas meja".
  • Menggunakan namanya sendiri untuk menunjuk dirinya sendiri.
  • Mencoba menyanyikan lagu dengan kata-kata.
  • Meniru suara yang dia dengar di sekitarnya.

4) Perkembangan sosial emosional

  • Perasaan terhadap dirinya berkembang sangat kuat. Menerima pujian seperti busa menyerap air.
  • Memasuki dunia sosial seperti kupu-kupu yang terbang kesana kemari, mudah akrab dengan orang lain.
  • Menggunakan bahasa tubuh jika dia tidak suka apapun yang dilakukan orang lain kepada dirinya.
  • Mudah menerima pertolongan jika mengalami kesuliatan ketika sedang mempelajari sesuatu.
  • Mulai belajar bagaimana bersosialisasi dengan anak-anak seumuran.
  • Tiba-tiba dia menunjukkan rasa sayangnya pada selimutnya, bonekanya, atau pada objek yang membuat dia merasa nyaman.
  • Pada usia ini sering menunjukkan perilaku selalu resah, keras kepala, dan cenderung pemarah. Dia cenderung menentang hal yang tidak disetujuinya.
  • Sering ikut nimbrung jika kita sedang berbicara dengan orang lain.

Perkembangan Anak 15 Bulan


1) Perkembangan fisik(motorik kasar dan halus)

  • Berjalan dengan cara melebarkan kaki, namun kemampuannya dalam berjalan semakin baik.
  • Sering terjatuh, namun berusaha bangkit sendiri.
  • Mulai suka memanjat, namun merasa sulit untuk turun.
  • Mulai bisa berdiri dengan satu kaki untuk beberapa saat atau detik.
  • Senang dengan cipratan-cipratan air.
  • Senang dengan mainan yang ditarik.
  • Mulai bisa memilih untuk lebih senang menggunakan salah satu tangannya untuk makan, memegang alat tulis atau kegiatan lainnya yang dilakukan sendiri.
  • Mulai merasa risih dan kesal jika tangannya kotor ketika berkegiatan, walaupun hanya sesaat kekesalannya.

2) Perkembangan kognitif

  • Bisa belajar bagaimana menggunakan jenis kemampuan berbeda pada saat yang sama, misalnya konsentrasi, memori, koordinasi tangan dan mata, dan mengatasi pekerjaan kompleks seperti menyelesaikan puzzle atau bagaimana mengambil mainan yang jatuh.
  • Perhatiannya bertambah luas membuat dia bisa melakukan lebih banyak kegiatan.
  • Belajar mengelompokkan benda. Misal jika ditunjukan mobil-mobilan dari plastik dan yang dari kayu dia memahami perbedaan itu walaupun belum tahu tentang kata mobil itu sendiri.
  • Mulai bisa menandai dimana dia meninggalkan mainan kesukaannya, sehingga dia bisa menemukannya kembali.

3) Perkembangan bahasa

  • Kemampuan memahami yang dia dengar semakin membaik dan berkembang secara bertahap.
  • Dalam berkomunikasi, dia lebih mengandalkan bahasa isyarat dan kata-kata. Hampir semua kata-kata yang dapat dia katakan pada saat ini adalah kata benda yang dia gunakan untuk mengenali orang dan benda.

4) Perkembangan sosial emosional.

  • Bisa tertawa sampai satu menit, selanjutnya menangis. Suasana hatinya yang turun naik. 
  • Sering menempel rekat-rekat kepada orangtuanya sehingga dia ingin agar orangtuanya selalu terlihat di dekatnya setiap saat.
  • Mulai menunjukkan kemandiriannya yang bisa menyebabkan munculnya watak kemarahannya jika dia tidak mendapatkan cara dia sendiri.
  • Jika dia menemukan sesuatu yang menarik, dia segera ingin menunjukannya pada kita. Pada usia ini dia menghendaki segala sesuatu dengan segera, penuh perhatian dan pribadi.
  • Sudah mulai suka meniru kegiatan yang kita lakukan.
  • Masih memiliki ego yang tinggi, walaupun kadang-kadang mau berbagi dengan yang lain.


1) Perkembangan fisik (motorik kasar dan halus)
  • Bisa berjalan atau baru bisa melangkah untuk yang pertama. Dalam masa ini anak mulai belajar keseimbangan.
  • Bisa bermain menyusun balok dan menyatukan puzlle sederhana. 
  • Pada saat ini pula anak sudah pandai menempatkan objek yang sama bentuknya. (Misal memasukan benda ke dalam lubang yang berbentuk sama).
  • Mencoret-coret dengan krayon atau pensil.
  • Kemampuan makan sendiri sudah mulai berkembang.
  • Lebih suka membuka-buka halaman buku.
  • Sudah mulai mencoba menggunakan satu tangan meskipun masih sering menggunakan dua tangan dalam melakukan sesuatu.
  • Sudah bisa memungut benda-benda kecil dengan menggunakan telunjuk dan ibu jarinya.


2) Perkembangan kognitif

  • Sudah mulai bisa mengelompokkan benda berdasarkan bentuk atau warna walaupun masih menggunakan metode dasar.
  • Mulai senang dengan permainan bongkar pasang.
  • Sudah mulai bisa permainan memasukkan gelang pada tiang.

3) Perkembangan bahasa

  • Bisa memahami paling sedikit tiga kata dan maksimal 100 kata, tapi tidak mungkin bisa mengatakan banyak kata-kata selain "mama", "dadada" dan kata-kata ekspresif anak.
  • Dapat mengikuti satu perintah sederhana, misal : "ambil itu".
  • Memahami kata "jangan" atau "tidak" , tetapi sering kali tidak dihiraukannya.

Perkembangan Anak

(1) Posesif 
Yaitu melakukan pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab anak serta selalu cepat memenuhi semua keinginan anak .

(2) Memanjakan 
Yaitu memperlakukan anak berlebihan serta selalu menuruti permintaan anak tanpa ada pendidikan kemandirian di dalamnya.

(3) Keras 
Yaitu Sanksi yang diberikan kepada anak tidak sesuai dengan kadar kesalahan yang dilakukan anak. Bahkan cenderung berlebihan sanksi yang diberikan secara fisik maupun fsikis.

(4) Mendominasi 

Yaitu intervensi yang berlebihan terhadap urusan anak sehingga anak menjadi lemah terhadap masalah yang dihadapinya.

(5) Mengucilkan / meremehkan 

Yaitu tidak ada penghargaan atau motivasi atas prestasi anak.

(6) Diskriminatif 

Yaitu membedakan dan membandingkan anak dengan anak lain.

(7) Bimbang/keraguan 

Yaitu Kebimbangan dan keraguan terhadap keputusan yang membingungkan anak.

(8) Celaan 

Yaitu Gempuran kalimat negatif terhadap anak dari lingkungan sekitarnya.

Perkembangan Anak
Secara umum anak usia dini dapat dikelompokkan dalam usia (0-1 tahun), (2-3 tahun), dan (4-6 tahun) (Isjoni, 2011) dengan karakteristik perkembangan anak sebagai berikut :

(1) Perkembangan Anak Usia 0-1 tahun

Merupakan masa bayi namun perkembangan fisik mengalami kecepatan yang sangat luar biasa. Karakteristik usia ini yaitu :
a) Mempelajari keterampilan motorik mulai dari berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan.

b) Mempelajari keterampilan menggunakan pancaindra.

c) Mempelajari komunikasi sosial. Bayi baru lahir siap melaksanakan kontak sosial dengan lingkungannya. Komunikasi responsif dari orang dewasa akan mendorong dan memperluas respon verbal dan non verbal bayi.

(2) Perkembangan Anak Usia 2-3 tahun


Terdapat beberapa kesamaan karakteristik dengan masa sebelumnnya (0-1 th) yang secara fisik masih mengalami pertumbuhan yang pesat. Karakteristik usia ini yaitu :

a) Sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada sekitarnya. Anak memiliki kekuatan observasi yang tajam dan keinginan belajar yang luar biasa. Eksplorasi tersebut merupakan proses belajar yang efektif bagi mereka.

b) Mulai mengembangkan kemampuan berbahasa. Bermula dari berceloteh kemudian mampu mengucapkan satu dua kata dan kalimat yang belum jelas maknanya. Anak terus belajar dan berkomunikasi, memahami pembicaraan orang lain dan belajar mengungkapkan isi hati dan pikirannya.

c) Mulai belajar mengembangkan emosi. Perkembangan emosi anak didasarkan pada bagaimana lingkungan memperlakukan dia. Emosi bukan ditentukan oleh bawaan, namun lebih banyak pada lingkungan.

(3) Perkembangan Anak Usia 4-6 tahun

Karakteristik anak pada usia ini yaitu :

a) Berkaitan dengan perkembangan fisik, anak sangat aktif melakukan berbagai kegiatan. Hal ini bermanfaat untuk pengembangan otot-otot kecil maupun besar seperti memanjat, melompat, dan berlari.

b) Perkembangan bahasa juga semakin baik. Anak sudah mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya dalam batas-batas tertentu seperti meniru dan menhulang pembicaraan.

c) Perkembangan kognitif (daya pikir) sangat pesat, ditujukan dengan rasa ingin tahu anak yang luar biasa terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini terkait dari seringnya anak menanyakan segala sesuatu yang dilihat.

d) Bentuk permainan anak masih bersifat individu, bukan permainan sosial, walaupun aktivitas bermain dilakukan anak secara bersama-sama.

AKU MANDIRI

On 0 comments




Anak Mampu Menjajaga Diri Sendiri



Anak Mandiri

Profile Anak Indonesia Harapan

On 0 comments


anak harapan
Pembangunan PAUD adalah upaya dasar dan komitmen untuk mewujudkan anak Indonesia sesuai harapan (AIH).

Anak Indonesia harapan memiliki sepuluh ciri utama (dasa citra anak Indonesia), yaitu :
1) Beriman
2) Bertaqwa
3) Berakhlak mulia
4) Sehat
5) Cerdas
6) Jujur
7) Bertanggungjawab
8) Kreatif
9) Percaya diri
10) Cinta tanah air

Keseluruhan upaya pembangunan PAUD ditujukan untuk mewujudkan sepuluh ciri tersebut pada setiap anak Indonesia. Meletakkan dasa citra merupakan dasar untuk mengantarkan anak siap mengikuti pendidikan lebih lanjut dan siap memasuki lingkungan lehih luas. Lebih jauh menjadi fundamen terpenuhinya SDM Indonesia berkualitas dan komponen investasi pembangunan bangsa.

Sumber : Kerangka Besar Pembangunan PAUD Indonesia Periode 2011-2025

Berbagai bentuk kurikulum PAUD

On 0 comments

Kurikulum
Ada berbagai bentuk organisasi kurikulum yang dikembangkan oleh para ahli dalam pendidikan yaitu  :

1. Kurikulum terpisah-pisah

Artinya mata pelajaran mempunyai kurikulum tersendiri dan satu dengan lainnya tidak ada keterkaitan.

2. Kurikulum saling berkaitan

Antara masing-masing mata pelajaran ada keterkaitan, antara dua mata pelajaran masih ada kaitannya. Dengan demikian anak mendapat kesempatan untuk melihat keterkaitan antar mata pelajaran. Sehingga anak masih dapat belajar mengintegrasikan walaupun hanya antara dua mata pelajaran saja.

 3. Kurikulum terintegrasikan

Falam kurikulum ini anak mendapat pengalaman luas, karena antara satu mata pelajaran dengab mata pelajaran lainnya saling ada keterkaitan. Dengan demikian seluruh mata pelajaran merupakan sayu kesatuan yang utuh.