Mengasah Kecerdasan Visual-Spasial Anak

On 0 comments
Kecerdasan Anak

Kecerdasan pada anak mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak, bukan hanya orang tua dan sekolah. Banyak sekali bagian lembaga atau personal yang berminat dengan pembahasan kecerdasan anak ini.

Anda mungkin sudah akrab dengan konsep kercerdasan majemuk atau multiple intelligences. Teori kecerdasan ini dipopulerkan oleh Howard Gardner, seorang tokoh pendidikan dan psikologi yang mengajar di universitas Harvard. Nah, salah satu kecerdasan dalam teori kecerdasan majemuk adalah kecerdasan visual-spasial.

Jenis kecerdasan ini merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan memproses sesuatu dalam bentuk gambar. Seseorang yang menonjol dalam kecerdasan ini akan mudah:

  1. Mengingat arah jalan
  2. Memperkirakan jarak antara dirinya dengan benda-benda di sekelilingnya
  3. Membaca peta
  4. Mengingat letak benda dalam ruangan
  5. Membuat karya seni dua dan tiga dimensi
  6. Merancang bangun
  7. dan sebagainya
Jenis kecerdasan visual-spasial sebenarnya bisa diasah sejak dini, sehingga walaupun seorang anak tidak menonjol dalam aspek visual-spasial, namun ia pun tidak terlalu lemah sehingga mengalami kesulitan menjalani tantangan hidup kelak ketika dewasa.

Ada beberapa cara untuk merangsang kecerdasan visual-spasial pada anak, diantaranya:

Ajak anak bereksplorasi di luar rumah.

Ketika Anda bebrbelanja di toko atau supermarket misalnya, Anda bisa memberikan tantangan kepadanya, seperti, “Tolong ambilkan gula pasir di lorong paling ujung, rak nomor dua..” atau, “Nak, bisa tolong Bunda temukan di mana letak kecap manis?”. Proses si kecil mencari barang akan mengasah kemampuannya membaca tata letak ruang.
Berikan media kepadanya untuk mencorat-coret. Ketika ia menggambar, maka setiap ide yang muncul dia hadirkan dalam benaknya untuk dituangkan ke atas kertas.
Berikan mainan yang merangsang seperti balok susun, puzzle, dan yang sejenisnya.

0 comments to Mengasah Kecerdasan Visual-Spasial Anak

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar dengan bijak tanpa ada unsur sara dan tidak melanggar norma-norma sosial agama.