STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) ANAK di PAUD

Posted by Setiadi Susilo On 0 comments
Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang
Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada Anak. Apa ini ? Pernah dengar istilah ini ? Simak pemaparan singkat tentang istilah tersebut di blog ini.

Kita sebagai orang tua mendambakan mempunyai anak yang sehat, baik sehat secara jasmani maupun sehat secara rohani. Selain sehat jasmani dan rohani, diharapkan anak kita pun bisa hidup sukses dan mampu bersaing ditengah persaingan global di masa mendatang serta bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama.

Memang tidak ada anak yang sempurna, namun kita bisa mengupayakannya.

Salah satu upaya untuk mendapatkan anak yang seperti diinginkan tersebut adalah dengan melakukan upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak atau yang dikenal dengan nama Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).


Stimulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0 – 6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Sitimulasi ini dapat dilakukan oleh ibu, ayah, pengganti orang tua (pengasuh), anggota keluarga lain, atau jika si anak telah masuk PAUD maka menjadi tanggung jawab lembaga untuk membantu pendeteksiannya.

Deteksi adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan tumbuh kembang pada balita dan anak pra sekolah.

Intervensi adalah suatu tindakan tertentu pada anak yang mempunyai perkembangan dan kemampuan menyimpang karena tidak sesuai dengan umurnya. Penyimpangan perkembangan bisa terjadi pada salah satu atau lebih kemampuan anak yaitu kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian anak.

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik si anak dari waktu ke waktu. Dilihat dari tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala.

Perkembangan adalah  bertambahnya fungsi tubuh si anak. Meliputi 
sensorik (dengar, lihat, raba, rasa, cium),  motorik (gerak kasar, halus), kognitif (pengetahuan, kecerdasan), komunikasi / berbahasa, emosi - sosial serta kemandirian.

Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) dilakukan di PAUD

Seperti halnya telah di jelaskan diatas bahwa tugas kita sebagi suatu lembaga untuk membantu orang tua mendeteksi dan intervensi terhadap tumbuh kembang anak, khususnya anak didik kita. Sebenarnya ini sudah menjadi kewajiban kita memanatu perkembangan anak secara berkala, dan memasukkannya kedalam program sekolah.


Umur anak dalam pendeteksian (SDIDTK)

Tidak semua umur anak bisa dilakukan pendeteksian. Anak bisa dideteksi ketika menginjak umur 0 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 15 bulan, 18 bulan, 21 bulan, 24 bulan, 30 bulan, 36 bulan, 42 bulan, 48 bulan, 54 bulan, 60 bulan, 66 bulan, dan 72 bulan. Usia ini adalah standar usia yang telah ditetapkan.

Jadawal atau waktu pendeteksian anak yaitu :
  • Anak umur    0 - 1 tahun  = 1 bulan sekali
  • Anak umur > 1 - 3 tahun  = 3 bulan sekali
  • Anak umur > 3 - 6 tahun  = 6 bulan sekali 
Jika umur si anak belum menginjak usia standar pemeriksaan maka jangan dilakukan pendeteksian, namun tunggu si anak mencapai usia yang ditentukan. Misal jika si anak lahir tanggal 12 Agustus 2009, maka waktu yang tepat untuk pendeteksiannya adalah :
  • Hitung umur si anak saat ini, dalam contoh anak lahir tanggal 12 Agustus 2009 maka saat ini (12 Juni 2013) usia si anak adalah 46 bulan. Dalam standar usia pendeteksian, 46 bulan tidak termasuk standar usia pendeteksian, sedangkan menurut standar usia adalah 48 bulan. Maka si anak baru bisa di deteksi 2 bulan kedepan atau 60 hari kedepan yaitu pada tanggal 11 atau 12 Agustus 2013. 
  • Satu bulan dihitung 30 hari.
  • Toleransi kelebihan usia anak pada saat pendeteksian dari usia standar adalah 29 hari kedepan.
  • Cara menghitung umurnya baca di sini

Jenis Skrining / Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang


Jenis kegiatan  deteksi atau disebut juga skrining, dalam SDIDTK adalah sebagai berikut :

1. Deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dengan cara mengukur Berat Badan (BB), Tinggi Badan (TB) dan Lingkar Kepala (LK).

2. Deteksi dini penyimpangan perkembangan yaitu meliputi
  • Pendeteksian menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
  • Tes Daya Lihat (TDL)
  • Tes Daya Dengar (TDD)
3. Deteksi dini penyimpangan mental emosional yaitu menggunakan :
  • Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)
  • Check List for Autism in Toddlers (CHAT) atau Cek lis Deteksi Dini Autis
  • Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH)
Untuk lebih jelasnya hubungan antara umur anak dan jenis skrining/pendeteksian dini dari penyimpangan tumbuh kembang dapat dilihat pada gambar berikut :

stimulasi dteteksi intervensi dini tumbuh kembang
Klik untuk memperjelas gambar

Demikian penjelasan singkat tentang Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada anak didik PAUD . Untuk lebih jelas dan rinci dari cara dan pendeteksian (SDIDTK) ini akan di tulis di postingan-postingan selanjutnya. Jadi tunggu dan panatau terus blog kurikulumpaud.blogspot.com ini.





0 comments to STIMULASI DETEKSI INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG (SDIDTK) ANAK di PAUD

Post a Comment

Terimakasih sudah berkomentar dengan bijak tanpa ada unsur sara dan tidak melanggar norma-norma sosial agama.